Selasa, 01 Oktober 2019

Endoskopi

BAB II
PEMBAHASAN


Pengertian Endoskopi
Endoskopi adalah sebuah prosedur pemeriksaan yang bertujuan untuk melihat kondisi organ tubuh tertentu secara visual, dengan menggunakan alat khusus yang disebut endoskop.
Endoskop adalah suatu alat yang digunakan untuk memeriksa organ dalam tubuh manusia. Dapat secara visual dengan mengintip menggunakan alat tersebut (rigid/ fiber – skop) atau langsung melihat pada layar monitor (skop evis), sehingga kelainan yang ada pada organ tersebut dapat dilihat dengan jelas (Agus Priyanto, 2009 :13).
Salah satu peralatan endoskopi medical adalah fiberskop di mana bagian dari alat yang masuk kedalam organ bagian dalam tubuh (saluran cerna) berbentuk pipa yang lentur (fleksibel) dan di dalamnya terdapat serat-serat optic yang berfungsi sebagai pemungut gambar serta pembawa cahaya. (Agus Priyanto, 2009 :13).
Endoskop merupakan alat berbentuk seperti selang lentur yang dilengkapi dengan kamera pada bagian ujungnya, yang dapat disambungkan ke monitor untuk memproyeksikan gambar yang ditangkap. Endoskop dapat dimasukkan ke dalam tubuh melalui rongga tubuh, seperti mulut, hidung, anus, atau melalui irisan kulit (insisi) yang dibuat khusus untuk endoskopi. Endoskop biasanya digunakan bersama layar monitor sehingga gambaran organ yang diperiksa tidak hanya dilihat sendiri oleh operator, tetapi juga oleh orang lain di sekitarnya. Gambar yang diperoleh selama pemeriksaan biasanya direkam untuk dokumentasi atau evaluasi lebih lanjut.
Selain untuk pengamatan organ tubuh secara visual, endoskopi juga dapat memfasilitasi dokter untuk melakukan pembedahan pada organ tubuh. Endoskopi juga dapat memfasilitasi pengangkatan jaringan tubuh untuk keperluan tindakan medis atau pengambilan sampel jaringan (biopsi). Berdasarkan organ tubuh yang diamati, endoskopi dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
  1. Artroskopi, untuk mengamati kondisi bagian dalam sendi.
  2. Bronkoskopi, untuk mengamati kondisi bronkus atau saluran pernapasan yang menuju paru-paru.
  3. Kolonoskopi, untuk mengamati kondisi usus besar.
  4. Enteroskopi, untuk mengamati kondisi usus halus.
  5. Gastroskopi, untuk mengamati kondisi kerongkongan (esofagus), lambung, dan usus 12 jari (duodenum).
  6. Histeroskopi, untuk mengamati kondisi rahim (uterus).
  7. Laparoskopi, untuk mengamati kondisi organ dalam rongga perut atau panggul.
  8. Laringoskopi, untuk mengamati kondisi pita suara dan laring.
  9. Mediastinoskopi, untuk mengamati kondisi organ tubuh dalam rongga
  10. Sistoskopi, untuk mengamati kondisi uretra (saluran kencing) dan kandung kemih.
  11. Ureteroskopi, untuk mengamati kondisi ureter, yaitu saluran urine dari ginjal menuju kandung kemih.

Indikasi Endoskopi
Pasien direkomendasikan melakukan endoskopi untuk mengevaluasi gejala yang ditimbulkan akibat kelainan pada organ. Kelainan tersebut dapat berupa infeksi, peradangan, atau kanker. Melalui prosedur endoskopi, dokter juga dibantu untuk mengambil sampel jaringan (biopsi). Beberapa gejala yang mungkin membutuhkan endoskopi untuk menunjang diagnosis, antara lain:
  1. Keluhan saluran pencernaan, seperti BAB atau muntah darah, diare atau muntah terus menerus, nyeri perut, berat badan menurun, disfagia, serta rasa panas di ulu hati.
  2. Batuk darah atau batuk kronis.
  3. Keluhan saluran kemih, seperti BAK berdarah atau mengompol.
  4. Keguguran berulang atau perdarahan dari vagina.
Selain itu, endoskopi juga dapat digunakan untuk melaksanakan tindakan medis, seperti:
  1. Memperbaiki kerusakan pada sendi melalui\
  2. Membuang batu empedu, atau memasang stent pada saluran empedu atau pankreas yang menyempit, melalui endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP).
  3. Menghancurkan batu saluran kemih dan memasang stent pada ureter, melalui ureteroskopi.
  4. Mengangkat usus buntu yang mengalami peradangan pada penderita penyakit usus buntu melalui
  5. Mengangkat miom di rahim melalui
  6. Menyumbat perdarahan pada penderita tukak lambung

Prosedur Endoskopi
Prosedur dalam pelaksanaan kolonoskopi sebagai berikut.
Persiapan Pasien.
Pasien akan diberi surat persetujuan tindakan.
Pasien diharuskan untuk berpuasa 6 – 8 jam sebelum tindakan dilaksanakan
Pasien hanyaboleh  untuk minum minuman yang tidak berwarna.
Pasien diharuskan untuk minum obat pencahar untuk membantu membersihkan kolon dari feses.
Pagi hari pasien harus buang air besar terlebih dahulu sebelum datang ke ruang pemeriksaan.
Saat tindakan akan dilaksanakan, perawat akan memeriksa TTV pasien.

Prosedur
Pasien diberikan anestesi untuk mengurangi rasa sakit selama tindakan dilaksanakan.
Setelah pasien tertidur, kolonoskop perlahan-lahan ke usus besar dimasukkan melalui anus (dubur) yang sebelumnya diberi jeli.
Kolonoskop dengan hati-hati bermanuver di dalam usus besar untuk menghindari trauma atau perforasi jaringan yang tidak disengaja.
Bagian dalam usus besar akan terpantau secara jelas oleh kamera yang akan menyalurkan gambar hasil pemeriksaan ke layar monitor untuk dianalisa oleh dokter.
Kolonoskop akan menelusuri usus besar sampai ke sekum untuk mencari adanya kelainan, seperti polip atau kanker. Apabila ada yang dicurigai sebagai polip atau kanker, maka akan dilakukan biopsi atau pengangkatan sampel jaringan.
Apabila ada perdarahan, bisa dilakukan pemberian cairan atau pembakaran. Jika ditemukan polip yang bertangkai, dapat dihilangkan menggunakan jerat. Sedangkan apabila ditemukan polip flat yang besar dapat dihilangkan dengan menginjeksi cairan, lalu dipotong. Polip yang sudah dipotong atau dijerat dapat dibersihkan atau diangkat menggunakan kantung.
Jika tindakan sudah selesai, keluarkan kolonoskop perlahan-lahan.
Setelah Endoskopi
Setelah endoskopi selesai dilakukan, dokter akan meminta pasien untuk beristirahat selama beberapa jam hingga efek sedatif dan anestesi menghilang. Pasien akan diperbolehkan untuk pulang, namun harus diantar oleh teman atau kerabat terdekat. Rasa tidak nyaman seperti sakit tenggorokan dapat dirasakan oleh pasien.
Pasien dianjurkan untuk makan makanan yang lembut selama kerongkongannya masih nyeri. Bila saat endoskopi dilakukan tindakan biopsi, hasilnya akan keluar dalam beberapa hari, setelah dianalisis di laboratorium.

Kontraindikasi Endoskopi
Kontraindikasi yang muncul dalam penggunaan endoskopi, sebagai berikut.
  • Kontraindikasi Absolut:
Pasien tidak kooperatif atau menolak prosedur pemeriksaan tersebut setelah indikasinya dijelaskan secara penuh.
Renjatan berat karena perdarahan, dll.
Oklusi koroner akut.
Gagal jantung berat.
Koma
Emfisema dan penyakit paru obstruktif berat
Pada keadaan-keadaan tersebut, pemeriksaan endoskopi harus ditunda dulu hingga keadaan penyakitnya membaik.
  • Kontraindikasi Relatif:
Luka korodif akut pada esophagus, aneurisma aorta, aritmia jantung berat.
Kifoskoliosis berat, divertikulum Zenker, osteofit bear pada tulang servikal, struma besar. Pada keadaan tersebut pemeriksaan endoskopi harus dilakukan dengan hati-hati.
Pasien gagal jantung.
Penyakit infeksi akut (misal pneumonia, peritonitis, kolesistitis).
Pasien anemia berat misalnya karena perdarahan, harus diberi transfuse darah terlebih dahulu hingga Hb minimal 10g/dl.
Toksemia pada kehamilan terutama bila disertai infeksi berat atau kejang-kejang.
Pasien pasca bedah abdomen yang baru.
Gangguan kesadaran.
Tumor mediastinum.



Peran Perawat
Peran perawat endoskopi tergantung pada pendidikan, lisensi dan pengalaman. Dalam kebanyakan kasus, tanggung jawab mereka berkisar dari peran melakukan skrining dan membantu manajemen peralatan endoskopi dan pembersihan. Menggunakan pendekatan multidisiplin yang komprehensif untuk perawatan pasien, perawat endoskopi bekerja sama dengan tim operasi GI keseluruhan.
(Mayo School of Health Sciences, 2012) American Nurses Association (ANA) telah mengemukakan peran ners yang mengacu pada definisi keperawatan yaitu “ Keperawatan adalah proteksi, promosi dan optimalisasi kesehatan dan kemampuan, pencegahan penyakit dan cedera, menghilangkan/ menngurangi penderitaan melalui diagnose dan treatmen respon manusia, advokasi dalam pengasuhan individual, keluarga, komunitas dan populasi” (ANA, 2003).
Definisi ini perlu diterjemahkan dalam peran perawat endoskopi secara umum yaitu peran perawat endoskopi yang terpenting dalam tindakan endoskopi baik diagnostic maupun terapeutik adalah memberi dukungan sebelum, selama, dan sesudah prosedur endoskopik dilakukan. Adapun kegiatan yang secara langsung dapat berhubungan dengan aspek legalisasi keperawatan dalam hal ini tentunya termasuk perawat endoskopi :
  1. Melakukan asuhan keperawatan endoskopi.
  2. Melakukan prosedur keperawatan endoskopi.
  3. Mengobservasi pelaksanaan asuhan.
  4. Melakukan pendidikan dan konseling terkait endoskopi.
  5. Membina hubungan terapeutik dengan pasien adalah pondasi awal keberhasilan tindakan keperawatan, selanjutnya mengkaji kesiapan pasien, member dukungan dengan pendidikan/ konseling tentang persiapan, pelaksanaan dan hasil. Memastikan pasien dan petugas kesehatan terlindungi dari aspek kelalaian dan malpraktik dengan memastikan informed consent. Pasien juga dijelaskan prosedur dari persiapan sampai dengan pelaksanaan.
Pada saat akan dilakukan tindakan melakukan pengkajian yang komprehensif pada pasien terkait keperluan pemeriksaan endoskopi seperti kepatuhan pasien keharusan berpuasa, menanyai adanya alergi, membantu mencek pemeriksaan penunjang yang diperlukan, mengukur tanda vital, memasang IVFD, monitor saturasi O2, memberikan sedasi (bila diperlukan), memonitor jalan nafas selama pemeriksaan, kesadaran, dan mempersiapkan peralatan dan obat emergency bila terjadi kejadian atau reaksi tidak diinginkan, termasuk sebagai asisten operator pendokumentasian selama pemeriksaan berlangsung tentunya berkolaborasi dengan dokter operator. Selesai tindakan mengevaluasi pasien selama di ruangan pemulihan (RR) dan serah terima klien dengan keluarga dan atau perawat ruangan untuk kelanjutan pengobatan atau rekomendasi hasil tindakan.
Para Perawat endoskopi bertanggung jawab kepada pasien untuk melindungi hak-hak pasien sebagai berikut.
Mempedomani Kode Etik Perawat secara umum : Interpretasi dan Aplikasi (ANA, 2008) untuk memandu praktik.
Menjaga privasi pasien.
Bertindak sebagai advokat bagi pasien, membantu pasien dengan keterampilan advokasi.
Memberikan perawatan dengan cara yang tidak menghakimi dan non-diskriminatif yang sensitif terhadap keragaman, termasuk budaya pasien, ras, agama, usia, jenis kelamin, preferensi seksual, etnis dan preferensi pribadi.
 Memberikan asuhan keperawatan dengan cara memelihara dan melindungi otonomi pasien, bermartabat, dan memperhatikan hak pasien.
Mencari sumber daya yang tersedia untuk membantu merumuskan keputusan yang etis.
Melaporkan praktik ilegal, tidak kompeten, dan terganggu.

Kamis, 19 Maret 2015

Karya Ilmiah Museum Dirgantara



KENANGAN SEJARAH DI MUSEUM DIRGANTARA



Disusun oleh :
Ø  Qori Sieta Rawina                   (04)
Ø  Rikha Listianti                        (05)
Ø  Wira Damar Arditha              (12)
Ø  Yuda Wahyu Romadhon       (14)
Ø  Adefa Sekti Wibawanti         (16)
Ø  Gholyf Fahry Al Mustafid    (23)

SMP Negeri 1 Kawedanan
Jalan Raya A. Yani Kec. kawedanan, Kab. Magetan
Telp/Fax. (0351) 439 201
Tahun Pelajaran 2014/2015

KENANGAN SEJARAH DI MUSEUM DIRGANTARA
Karya Tulis ini Disusun untuk Memenuhi Persyaratan Mengikuti Ujian Nasional

Disusun oleh :
Ø  Qori Sieta Rawina                   (04)
Ø  Rikha Listianti                        (05)
Ø  Wira Damar Arditha              (12)
Ø  Yuda Wahyu Romadhon       (14)
Ø  Adefa Sekti Wibawanti         (16)
Ø  Gholyf Fahry Al Mustafid    (23)

SMP Negeri 1 Kawedanan
Jalan Raya A. Yani Kec. kawedanan, Kab. Magetan
Telp/Fax. (0351) 439 201
Tahun Pelajaran 2014/2015




LEMBAR PENGESAHAN

Karya Tulis berjudul KENANGAN SEJARAH DI MUSEUM DIRGANTARA MANDALA
Ini telah diterima dan disetujui oleh Dewan Pengesah Karya Tulis
SMPN 1 KAWEDANAN
Hari                            :
Tanggal                      :
Tempat                       : SMPN 1 KAWEDANAN
Tahun Pelajaran       : 2014/2015

Dewan Pengesah




     Pembimbing                                                                 Wali Kelas






 MUHADI, S.Pd                                                       EDY IRYANTO, S.Pd
NIP.                                                                NIP. 19571207 197803 1 008



Mengetahui,
Kepala Sekolah





Drs.H. MUCHAMAD SYAIKUR, MM,M.Mpd
NIP. 19600196 198202 1 005







Motto :




“Dibutuhkan lebih banyak energi untuk gagal daripada sukses.
Pikiran negatif lebih banyak menguras energi &
Konsentrasi daripada pikiran positif”

“Keahlian untuk memampukan melakukan sesuatu.
Motivasi untuk mendorong melakukan sesuatu.
Sikap mencerminkan kualitas pekerjaan”

“Jangan pernah menyerah sebelum mecoba”

“Berangkat dengan penuh keyakinan”
“Berjalan dengan penuh keikhlasan”
“Istiqomah dalam menghadapi cobaan”

























PERSEMBAHAN

                    Karya ilmiah yang berjudul “Kenangan Sejarah di Museum Dirgantara” ini kami persembahkan kepada :
1.     Allah SWT
2.     Ayah dan ibu tercinta
3.     Guru pembimbing
4.     Bapak kepala kepala sekolah SMP N 1 Kawedanan
5.     Teman-teman SMP N 1 Kawedanan
6.     Masyarakat serta bangsa dan negara




























KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan kasihNya, atas anugerah hidup dan kesehatan yang telah kami terima, serta petunjukNya sehingga memberikan kemampuan dan kemudahan bagi kami dalam penyusunan karya tulis ini.
Didalam karya tulis ini kami selaku penyusun hanya sebatas ilmu yang bisa kami sajikan, sebagai syarat Ujian Praktek pelajaran bahasa Indonesia dengan judul “Penelitian Museum Pusat TNI – AU Dirgantara Mandala”. Dimana didalam judul tersebut ada beberapa hal yang bisa kita pelajari khususnya Sejarah tentang TNI AU.
Kami menyadari bahwa keterbatasan pengetahuan dan pemahaman kami tentang Museun Dirgantara Mandala, menjadikan keterbatasan kami pula untuk memberikan penjabaran yang lebih dalam tentang masalah ini,oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan karya tulis ini.
            Maksud atau tujuan pembuatan karyatulis ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat menempuh Ujan Akhir Nasional tahun pembelajaran 2013/2014
            Penulis terima kasih mengucapkan kepada pihak-pihak yang membantu dalam pembuatan karyatulis ini, yaitu kepada :

1.  Bapak Prs. Jamaludin Malik selaku Kepala SMPN 1 Cikalong yang telah memberi izin penyelenggaraan karyawisata dalam rangka pengumpulan data untuk membuat karya tulis ini.
2.  Bapak H. Hunaji BA selaku Wali Kelas IX-A yang telah membimbing dalam pengumpulan data untuk karya tulis ini.
3.  Bapak H. Suryana S.Pd selaku guru pembimbing pembuatan karya tulis yang telah membimbing dan memberi pengarahan dalam pembuatan karyatulis ini.
4.  Bapak Drs. Ibrahim, Bapak Drs. Undang R, Ibu Imas Masitoh S.Pd, dan Bapak Acep Ikhwan S.Pd Wahyu selaku guru pendamping kegiatan karyawisata yang telah mendampingi penulis dalam kegiatan observasi untuk pengumpulan data karyatulis ini.
5.  Orang tua penulis yang telah mendampingi.membimbing, dan memberi support penulis dalam penulisan karyatulis ini.
6.  Pihak Dirgantara Yogyakarta yang telah bersedia memberi informasi dan pengarahan dalam kegiatan observasi untuk membuat karya tulis ini.
7.  Diana Amelya, Emi Prihartini, Popoh Nurajijah, dan Irwan Rustiana selaku anggota kelompok penulis yang telah membantu dalam pengumpulan data untuk membuat karyatulis ini.

            Harapan kami, semoga karya tulis ini membawa manfaat bagi kita, setidaknya untuk sekedar membuka cakrawala berpikir kita tentang Museum Dirgantara Mandala.
“Tiada seorang pun di dunia ini yang sempurna”, ungkapan inilah yang membuat penulis mengakui bahwa pasti karyatulis ini tidak 100% sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik apabila terdapat suatu kesalahan dalam karya tulis ini. Penulis berharap walaupun karyatulis ini bukanlah karya tulis yang terbaik, karyatulis yang dapat membanggakan semua orang yang penulis sayangi dan hargai.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses pembuatan ini. Terutama kepada rekan satu kelompok atas kerjasamanya, dan Guru Bahasa Indonesia yang telah membimbing dalam penyusunan karya tulis ini.


Kawedanan, Januari 2014



Penulis





















III
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN...........................................................I
KATA PENGANTAR...................................................................II
DAFTAR ISI..................................................................................III
MOTTO..........................................................................................IV
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah..................................................................1
1.2 Rumusan  Masalah.......................................................................... 1
1.3 Tujuan Penulisan..............................................................................2
1.4 Metode Punulisan................................................................................... 2
1.5 Kugunaan Penulisan............................................................................... 3
1.6 Sistem Matika Penulisan........................................................................ 3
BAB II PEMBAHASAN........................................................................ 4
2.1 Sejarah Museum Pusat TNI-AU Dirgantara Mandala...................4
2.2 Lokasi Museum Pusat TNI-AU Dirgantara Mandala....................8      
2.3 Keunikan Museum Pusat TNI-AU Dirgantara Mandala....................8
2.4 Ruangan-ruangan di Museum Pusat TNI-AU Dirgantara Mandala...9                 
2.5 Koleksi-koleksi di Museum Pusat TNI-AU Dirgantara Mandala ...10


BAB III  PENUTUP...............................................................................        
A.   Kesimpulan.............................................................................................        
B.   Saran.......................................................................................................        
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................        
IZIN PENELITIAN...............................................................................